Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Berita

Komisi IV Kecewa Dana Pendidikan di Perubahan Minim

22 September 2017

Banjarmasin,
Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel) membidangi pendidikan kecewa atas minimnya dana tambahan yang bakal dikucurkan dari anggaran perubahan tahun 2017.
Sebab, dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Perubahan RAPBD-P tahun ini, pemerintah daerah hanya bisa mengalokasikan dana pendidikan sebesar Rp 12 miliar, padahal untuk mengoptimalkan peningkatan mutu pendidikan dibutuhkan anggaran lebih dari itu.
Angka tersebut tentunya sangat jauh dari cukup untuk menunjang kegiatan di sektor pendidikan pada akhir tahun ini. “ Ini sangat kecil angkanya. Sulit untuk mendongkrak mutu pendidikan kita, dan saya sangat kecewa sekali,” ujar Ketua Komisi IV Yazidie Fauzie di gedung dewan Jumat (22/9).
Karena lanjut dia, bidang pendidikan yang justru bersentuhan langsung dengan masyarakat, tapi tak mendapat kucuran anggaran yang diharapkan.
Selain kecilnya sokongan dalam anggaran perubahan, banyak item-item penting seperti hibah alat tulis yang bakal dihapus. Realita tersebut tentunya sangat bertolak belakang dengan upaya memajukan sektor pendidikan di Kalsel karena tak didukung anggaran yang memadai.
Politisi PKB yang juga duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPRD ini menyebutkan, selama ini pengalokasian dana pendidikan di beberapa SOPD di Kalsel masih berjalan. Seharusnya kebijakan tersebut lebih dikaji dan dipertimbangkan lagi. Sebab belum tentu penempatan dana pendidikan di SOPD itu bisa efektif berjalan, dan semestinya dikembalikan saja dinas pendidikan sebagai leading sektor.
Disinggung di SOPD mana dan untuk kegiatan pendidikan apa saja penempatan dana pendidikan itu, wakil rakyat yang dikenal vokal ini, menyebukan sangat banyak, salahsatunya ada di dinas pekerjaan umum (PU) yang digunakian untuk diklat pegawai.
“ Seharusnya dikaji lagi ini, dan jika tak efektif kembalikan saja pengelolaannya ke disdik sebagai leading sektor.
Terpisah, Kadisdik Prov Kalsel, HM Yusuf Effendie melalui telepon, Selasa (26/9/2017) menyebutkan, sesungguhnya pihaknya juga berharap alokasi dana pendidikan bisa sesuai harapan. Tetapi jika kemampuan daerah hanya bisa menyediakan sebesar Rp 12 miliar maka akan memanfaatkannya seadanya dengan memilih kegiatan oenting saja. “ Sebenarnya harapan kita bisa dapat dana cukup,” tapi karena kemampuan daerah hanya itu, maka kita terima saja,” kata Yusuf (*)

posted by : Jay - Jay-Aprl on 22/09/2017