Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Berita

Komisi IV Kecewa BL Pendidikan 2018 Kurang dari 5 Persen

26 October 2017

Banjarmasin,
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel) merasa sangat kecewa adanya fakta nilai belanja langsung pendidikan kurang dari 5 persen dari total anggran Pendidikan di Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Tahun 2018
Sebesar 22,5 % atau sekitar Rp 835 miliar lebih.
Kekecewaan tersebut diungkapkan, Ketua Komisi membidangi pendidikan, Yazidie Fauzie, dalam Rapat Paripurna digedung dewan di Banjarmasin, Kamis (26/10) tadi.
"Anggaran belanja langsung tahun 2018 kurang dari 5% atau hanya sekitar Rp 248 miliar," ujar Yazidie saat interupsi dalam rapat paripurna membahas nota kesepakatan APBD 2018 saat itu.
Dibanding tahun 2017, sebut Yazidie, anggaran pendidikan tahun 2018 menurun hampir separo.
Dengan kondisi tersebut, posisi pendidikan yang merupakan salah satu visi misi gubernur Kalsel terancam tidak tertunaikan.
"Kalo kita hitung, di banding tahun lalu sangat kecil, meskipun jika di gabungkan dengan belanja tidak langsung tahun 2018, nilainya masih lebih besar tahun 2017,” sebut dia diforum yang juga dihadiri Wakil Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan.
Dari itu pula, wakil rakyat dari PKB ini mempertanyakan, mengapa harus belanja tidak langsung yang lebih besar. Sebab, idealnya anggaran belanja langsung pendidikan justu bertambah bukan malah dikurangi. Karena berkurangnya belanja langsung dalam anggaran pedidikan akan berpengaruh dalam sarana dan parasara sekolah yang ada di 13 Kabupaten Kota.
Padahal imbuhnya lagi, terdapat ratusan sekolah SMA yang kewenanganya di limpahkan ke pemerintah provinsi serta banyaknya sekolah yang masih belum memiliki sarana prasarana agar lebih diperhatikan lagi. Diujung intrupsinya, Yazidie berharap agar Badan Keuangan, Sekda, serta pemerintah daerah mempertimbangkan kembali akolasi belanja langsung pada di Dinas Pendidikan Kalsel.

posted by : Jay - Jay-Aprl on 26/10/2017