Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Berita

Tangani Gepeng-Pengemis Provinsi-Kota-Kabupaten Harus Sinergi

29 November 2017

Banjarmasin,
Masalah gelandangan dan pengemis di kota-kota besar termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga kini belum juga tuntas penanganannya.
Salahsatu penyebabnya adalah kurangnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota selama ini.
Darin itu, Sekretaris Komisi IV Dewan perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) Kalsel, HM Lutfi Saifuddin, mengingatkan akan pemprov, pemko serta kabupaten melakukan sinergitas yang serius.
"Intinya penanganannya harus dilakukan secara manusiawi, pembinaan yang bisa memberikan solusi tuntas agar mereka tidak kembali lagi ke jalan, bukan hanya sekedar merazia dan memberikan efek jera saja,"ujar Lutfi melalui telepon, di Banjarmasin, Rabu (29/11) petang tadi.
Seperti diketahui selama ini, terutama kota-kota besar seperti Banjarmasin penanganan para gepeng oleh dinas terkait seperti dinas sosial masih lemah. Ini dapat dibuktikan, masih banyaknya gepeng dan pengemis disisi-sisi jalan kota berseliwiran kesana kemari, hingga persimpangan trafic light bahkan di pinggir-pinggir kota hingga berpotensi merusak pemandangan kota sendiri.
Padahal, di masing-masing daerah sudah memiliki peraturan daerah (perda) yang mengatur masalah gepeng dan pengemis ini.
Seharusnya kata dia, itu bisa dijalankan dengan baik oleh masing-masing pemerintah didaerah.
" Komisi IV berharap persoalan ini bisa tangani dan diselesaikan dengan cara agar pemda bisa memberikan pembinaan kepada mereka untuk tidak turun ke jalan lagi,"kata dia.
Politisi Partai Gerindra ini, menegaskan, Komisi IV membidangi sosial kemasyarakat ini sangat berharap agar peran pemda utamanya dinas sosial agar terus ditingkatkan dalam melakukan pengawasan dan pembinaan para gepeng dan pengemis ini, sehingga kota-kota maupun kabupaten dapat memberikan cerminan yang lebih baik dalam penataan sosial kemasyarakatannya guna menuju hal lebih baik maju lagi. (*)

posted by : Jay - Jay-Aprl on 29/11/2017