Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Berita

UNBK 100 Persen Masih Diragukan

14 December 2017

Banjarmasin,

Sejumlah pihak utamanya kalangan yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), masih meragukan, wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ingin melaksanakan Ujian Nasional (UN) Berbasis Komputer (UNBK) 100 persen pada tahun 2018 untuk level SMA/SMK.

Pasalnya, mengaca pada pengalaman terdahulu pelaksanaan UNBK di Provinsi Kalsel masih belum mencapai 100 persen bisa terlaksana dengan baik. Selain itu fasilitas pendukung lainnya seperti tenaga listrik dari PLN dan jaringan internet Telkomsel belum menjamin terlaksananya UNBK dengan baik.

Hal itu diungkapkan salahsatu anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Misri Syarkawie, di Banjarmasin, Kamis (14/12).

Dia mengatakan, terkait komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel ingin pelaksanaan UNBK untuk level SMA/SMK 100 persen boleh saja. Tapi dilihat dulu fasilitas pendukung yang ada di sekolah-sekolah apakah sudah disiapkan.

Karena, meskipun ada komitmen dari Disdikbud, jika tak didukung dengan pihak lainnya seperti PLN dan Telkomsel, tentunya pelaksanaan UNBK tidak akan bisa berjalan dengan baik.

“ Ini harus diperhatikan jangan sampai nantinya menjadi masalah, dan juga harus ada pelatihan bagi siswa dalam pelaksanaan UNBK 100 persen tersebut,” Kata dia.

Politisi Partai Golkar ini, menambahkan, bahwa bicara pelaksanaan UNBK secara 100 persen artinya siswa diberikan bekal lebih dulu, jangan dilepas begitu saja dan peran guru penting. Apalagi di kota besar banyak lembaga pendidikan tapi itu tidak lepas dari biaya,

Menurutnya, sukses UN tak hanya sebatas fasilitas pendukung semata. Tapi banyak aspek lain yang perlu diperhatikan Disdikbud. “ Kalau bicara UNBK 100 persen, kita lihat hasil sebelumnya kalau hasil lebih 50 persen wajar-wajar saja, tapi kalau masih dibawah jangan dulu,” tegas Misri.

Untuk itu, lebih baik Disdikbud Provinsi Kalsel agar terlebih dahulu memperhatikan fasilitas sekolah baik itu pengadaan komputer, jaringan listrik maupun internetnya.

“ Kami sarankan agar Disdikbud terlebih dahulu benahi fasilitas sekolah dan kondisi di daerah,” harapnya. (*)

posted by : Jay - Jay-Aprl on 14/12/2017